Kamis, 24 Juni 2010

Sekilas Fakta tentang Ke "Sastraan Jawa"

Seorang teman kuliah saya, dahulu pernah bercerita bahwa sebenarnya bila bisa memilih dan memiliki waktu yang luang, dia hendak mencari beasiswa untuk kuliah S2 di salah satu universitas Belanda. Walaupun dia adalah seorang guru bahasa Jawa di salah satu SMP Negeri Boyolali, tapi semangatnya untuk terus belajar sangatlah tinggi. Bahkan, walaupun kini dia telah dikaruniai dua orang anak.

Lebih lanjut kemudian saya bertanya kepadanya, “Mau ambil mata kuliah apa Bu, di sana?”

“Ya bahasa dan sastra Jawa, mas. Sesuai dengan ilmu yang kini saya kuasai dan ajarkan,” jawabnya. “Tapi mau bagaimana lagi, saya terhalang banyak kendala. Di samping saya sebagai seorang istri, saya juga seorang ibu dari dua anak. Belum lagi apabila benar saya kuliah di sana, saya harus mengurus perizinan di instansi tempat saya bekerja sekarang.”

“Dan akhirnya Ibu pun terpaksa menurunkan standar nilai sehingga jadilah seperti ini. Ibu terpaksa menjadi rekan kuliah saya,” seloroh saya.

***

Bagi kebanyakan orang bisa jadi tercengang bila mendengar jawaban rekan kuliah saya. Kenapa harus sampai ke negeri Belanda jika hanya untuk mempelajari bahasa dan sastra Jawa? Bukankah di Indonesia, terkhusus di Jawa ada banyak universitas yang mengajarkan materi tersebut dalam kurikulumnya?

Berbagai pertanyaan tersebut memang tidak salah. Namun, perkataan rekan saya pun tak bisa disalahkan pula. Sebab, terbukti bahwa Belanda sangat mengapresiasi bahasa Jawa. Bahkan, bisa dibilang Negeri Kincir Angin ini memiliki andil yang cukup besar terhadap kelestarian bahasa dan khazanah sastra Jawa.

Sebagai buktinya adalah di Universiteit Leiden tersimpan manuskrip-manuskrip Jawa kuno yang masih terawat rapi. Di samping itu, berbagai naskah sastra Jawa kontemporer pun dapat ditemukan di sana. Tentunya tak sekadar disimpan, tapi berbagai naskah itu juga dipelajari, didiskusikan, dan diapresiasi oleh para mahasiswanya yang jumlahnya mencapai ribuan.

Dr. Theo Pigeaud

Di universitas itu juga kemudian muncul para munsyi pada bidang bahasa dan sastra Jawa yang kepiawaiannya telah diakui, bahkan oleh Indonesia sendiri. Sebagai contoh adalah Dr. Theodoor Gautier Thomas Pigeaud. Tak banyak orang yang mengenalnya. Dia adalah seorang ahli sastra Jawa dari Belanda. Melalui jerih payahnya, kemudian lahirlah Kamus Bahasa Jawa-Belanda yang dijadikan dasar oleh W.J.S. Poerwadarminta sebagai Baoesastra Djawa. Lelaki keturunan Perancis itu juga pernah melakukan studi mengenai kitab Nagarakretagama. Beliau meninggal dunia pada tahun 1988.

Contoh lainnya adalah Prof. Dr. Petrus Josephus Zoetmulder. Lelaki kelahiran Utrecht, Belanda ini tampaknya lebih dikenal masyarakat, khususnya masyarakat Yogyakarta. Dia adalah seorang pakar sastra Jawa dan budayawan Indonesia. Kecintaannya terhadap khazanah sastra Jawa kemudian membuat dirinya dengan suka rela menanggalkan status kewarganegaraan Belanda dan berpindah menjadi warga negara Indonesia. Sejak saat itu, dia kemudian dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Sastra UGM.

Prof. Zoetmulder

Peran Prof. Zoetmulder sangat besar. Berbagai karya tulisnya yang membahas bahasa dan sastra Jawa sangat banyak. Adapun karyanya yang paling terkenal adalah telaah sastra Jawa Kuna Kalangwan dan kamus Jawa Kuna-nya yang terbit dalam edisi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Prof. Zoetmulder meninggal dunia pada tanggal 8 Juli 1995 di pastoran Kemetiran, Yogyakarta.

Bahkan sepeninggal beliau, didirikanlah Perpustakaan Zoetmulder yang berisi berbagai naskah Jawa kuno maupun kontemporer. Perpustakaan tersebut tepatnya berada di dalam Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dan saya sudah pernah masuk di dalamnya dalam rangka studi lapangan salah satu mata kuliah yang pernah saya ambil ketika kuliah S1 dahulu.
Itulah dua munsyi lulusan Universiteit Leiden Belanda. Tentunya, selain mereka berdua masih ada lagi ahli-ahli lainnya. Sampai saat ini, para ahli tersebut selalu mempelajari dan mendalami perkembangan bahasa dan sastra Jawa. Hal ini tak lain bertujuan untuk melestarikan salah satu bahasa daerah yang notabene mulai dipandang sebelah mata oleh para pemakai aslinya.

Nah, apakah sekarang Anda tertarik untuk mendalami bahasa daerah Anda, khususnya bahasa Jawa di Belanda? ;)

Sumber Gambar:

http://www.freeimagehosting.net/uploads/05e5e2c8d8.jpg

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/9/93/Pigeaud-klein.jpg

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/ac/Zoetmulder-ultah.jpg/120px-Zoetmulder-ultah.jpg

Referensi:

http://www.leiden.edu/

http://id.wikipedia.org/wiki/Theodoor_Gautier_Thomas_Pigeaud

http://id.wikipedia.org/wiki/Petrus_Josephus_Zoetmulder

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar